Bihun dan Indomie
Bihun sangat iri hati terhadap Indomie. Setiap kali
bertemu di supermarket
mereka tidak pernah bertegur sapa, bahkan Bihun sering
mengolok olok Indomie
di depan umum, "Dasar kribo jelek hiiih, mentang
mentang kuning & gemuk aja
orang orang lebih suka sama dia, nggak tau malu."
Hari hari berlalu dengan semakin menumpuknya rasa
kebencian. Indomie tetap
adem ayem, tidak peduli Bihun mau bilang apa.
Pikir
Indomie, "Kafilah
menggonggong, gue berlalu aah..."
Suatu hari di supermarket muncul barang baru bernama
Spaghetti.
Saking tidak kuat menahan emosi, Bihun berlari dari
raknya dan memukuli
kepala Spaghetti sambil berteriak, "Jangan kira gue
enggak ngenalin elu ya!!
Meskipun di bonding begitu, gue tetep tau elu si kribo
jelek itu !!!"
LETAK
Dodo sepulang dari sekolah bercerita pada babenya yang
nggak pernah sekolah
"Be..tadi aye dimarahin ama pak guru."
"Emang loe salah ape Do.."
"Tadi aye kagak bisa jawab pertanyaan pak guru."
"Emang loe ditanye ape..?"
"Pak guru tanye..dimana letaknya Washington.. "
"Mangkenye Do..laen kali kalo' loe naroh sesuatu
jangan ampe lupe letaknye."
Kucing
Budi pada dasarnya tidak menyukai kucing. Ia
semakin
benci ketika istrinya
memelihara seekor kucing. Budi merasa istrinya jadi
lebih perhatian pada
kucingnya daripada dirinya. Suatu hari Budi memutuskan
untuk membuang kucing
tersebut secara diam diam. Ketika istrinya sedang
mandi, ia pamit pergi
keluar sebentar dan dibawanya si kucing.
Ketika Budi bermobil sekitar 10 km dari rumah, ia pun
membuang kucing
tersebut. Anehnya ketika ia sampai di rumah, si kucing
sudah ada di rumahnya
lagi.
Budi heran campur berang. Sore harinya ia pergi lagi.
Kali ini si kucing
dibuangnya lebih jauh lagi. Namun tetap saja,
sesampainya di rumah, kucing
istrinya tersebut telah ber ada di sana. Budi berusaha
membuangnya lebih
jauh lagi, lebih jauh lagi, tapi tetap saja si kucing
kembali ke rumah
mendahului dirinya.
Suatu hari ia tidak saja
membawa si kucing pergi jauh,
tapi juga berputar
putar dulu. Budi belok kanan, belok kiri, belok kanan,
belok kanan lagi,
berputar putar sebelum akhirnya membuang kucing yang
dibawanya. Beberapa jam
kemudian ia menelepon istrinya.
"Tik, kucingmu ada di rumah?" tanya Budi.
"Ada, kenapa? Tumben nanya si Manis segala," jawab
istrinya agak heran.
"Panggil dia Tik, aku mau tanya arah pulang. Aku
kesasar....! "
Masalah Pendengaran
JERI pergi ke dokter mengeluh tentang istrinya yang
sudah hilang
pendengaran. "Seberapa burukkah pendengarannya? "
tanya dokter.
"Entahlah, Dok. Yang jelas saya mesti harus berteriak
kalau bicara
dengannya."
"Oke, cobalah anjuran saya. Berdiri sekitar 6 meter
darinya, lalu katakan
sesuatu. Kalau dia tak bisa mendengarmu,
berdirilah
lebih dekat darinya,
lalu katakan yang Anda katakan tadi. Kalau dia belum
juga mendengar,
teruslah mendekat. Dengan begitu saya akan tahu berapa
jarak maksimal
pendengarannya. "
Maka, Jeri pulang ke rumah dan mendapati istrinya
sedang memasak di dapur.
Dari jarak 6 meter ia berteriak, "Makan apa kita malam
ini?"
Tak ada jawaban.
Lalu ia mendekat lagi, berhenti di jarak 5 meter dan
menanyakan hal yang
sama.
Juga tak terdengar jawaban.
Begitu juga pada jarak 3 meter.
Akhirnya, ia berdiri di samping istrinya. "Makan apa
kita malam ini?"
katanya setengah berteriak.
Istrinya berbalik menghadap Jeri, memelototinya, dan
berteriak: "Untuk keempat kalinya kubilang: KAMBING
GULING!"
Pisau Lipat
Kejadian ini terjadi pada suatu hari di tengah
hutan,
ketika diadakan
pendidikan dasar untuk para pencinta alam. Seorang
senior
(instruktur) menemukan sebuah pisau lipat yang
tergeletak di atas tanah.
Menurut ketentuan yang berlaku selama pendidikan
dasar, barang siapa yang
meninggalkan sesuatu selama perjalanan harus dihukum.
Senior tersebut dengan
segera mengambil pisau lipat tadi dan bermaksud untuk
menghukum siswa
pendidikan dasar yang telah lalai meninggalkan pisau
lipatnya.
Setelah para siswa berkumpul semua, sang senior dengan
nada berwibawa
berkata, "Siapa yang merasa kehilangan pisau lipat di
tengah perjalanan
tadi?"
Tak ada satu pesertapun yang berani menjawab.
Kemudian sang senior menambahkan, "Hayo cepat? saya
sebenarnya sudah tahu
siapa pemilik pisau lipat ini karena namanya terukir
disitu.
Tapi
saya ingin kejujuran kalian untuk mengaku!"
Masih tidak ada jawaban dari peserta.
"Karena tidak ada yang dengan jujur mau mengakui
kesalahannya maka saya akan
panggil namanya!!"
Peserta masih saja diam.
Akhirnya sang senior habis kesabarannya, diambilnya
pisau lipat tadi
kemudian dengan lantang dia berkata, "Stain... maju ke
depan!"
Para siswa saling melirik kalau kalau ada yang maju ke
depan.
Karena tidak ada yang maju ke depan si senior berkata
lagi, "Saya panggil
sekali lagi yang bernama STAINLESS STEEL untuk maju ke
depan!!"
(huahaha ngekek gw.. sayang ada bos gw di belakang so
silent laugh deeeeeh hahaha)
Kodok, Kura kura dan kaki seribu
Ada tiga friends, satunya kura2..satu lagi kodok..
terus satunya lagi uler
kaki seribu. Suatu hari kura2 mengundang dua
temennya
kerumahnya buat pesta
kecil2an. So.. mereka bertiga bikin pesta kecil di
rumah kura2.
Setelah asyik ngobrol, makan, minum and lain lain...si
kodok berkata "Eh..
dari tadi kayaknya ada yang kurang ya.. elu pada
ngerasa gak.. Oh iya kita
kok gak ngerokok ya.. pantesan mulut asem banget
nih.."
Kura2: "iya ya..sorry gue lupa nggak nyediain rokok...
kalo gitu lu beli aje
deh 'Dok.. warungnya deket khan..!"
Kodok: "Lho koq gue sih.. khan tuan rumahn ya elu
'Ra.."
Kura2: "iya sih.. tapi khan gue jalannya lambat. kalo
elu khan bisa
cepet..!!"
Kodok: "Ah.. nggak bisa gitu donk!!.. lagian kalo soal
cepet.. pasti si uler
kaki seribu lebih cepet dari gue.. kakinya aja ada
seribu!!!"
Kura2: "Oh iya ya.. Elu aja deh yang pergi.. uler Kaki
seribu.."
Uler K.1000: "koq
jadi gue sih.."
Kodok : "Udah ..nggak apa apa.. elu aja.. buruan.."
Akhirnya si Uler K.1000 pergi juga untuk membeli
rokok.
Si Kodok dan Kura2 nungguin sambil ngegosipin artis
artis lokal.
Lima menit menunggu...si Uler K.1000 belum dateng
juga... 10 menit..
20 menit...satu jam... dan ternyata sampe tiga jam
Uler K.1000 gak
nongol2 juga.
Kodok: "Kooq Uler K.1000 nggak pulang2 ya..?"
Kura2: "Iya nih..gue jadi kuatir..kita susulin aja
yuk, Dok...!"
Kodok: "ayuk deh..!"
Tapi pas si kura2 buka pintu... ternyata uler K.1000
udah ada di depan
pintu.
Kura2: "Nah ni dia..!"
Kodok: "Iya nih dari tadi ditungguin juga... mana
rokoknya. mulut gue udah
asem banget nih..?!"
Uler K.1000: "Boro2 rokok... jalan aja belom..!!"
Kodok: "Haah belom jalan... emangnya dari tadi ngapain
aja...?
Uler K.1000: "Yeeeeeeeee. . elu nggak liat nih... gue
lagi PAKE SEPATU!!!???
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment